Toto 4D — Perekonomian Indonesia saat ini berada pada fase transisi krusial, usai melewati masa pemulihan pandemi dan menyesuaikan diri dengan dinamika global. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, menyoroti bahwa dalam dua tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan stabilitas di kisaran 5,0 hingga 5,1 persen. Inflasi juga berhasil dikendalikan dalam rentang target, yaitu sekitar 2,5 persen plus minus satu persen.
“Stabilitas makroekonomi ini merupakan buah dari keberhasilan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang efektif dalam menjaga daya beli masyarakat,” jelas Nurdin Halid dalam sebuah pernyataan tertulis.
Tantangan Struktural yang Masih Membelit
Di balik capaian stabilitas tersebut, Nurdin mengingatkan bahwa sejumlah persoalan mendasar atau struktural masih membayangi masa depan ekonomi bangsa. Isu-isu seperti tingkat kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan pendapatan masih perlu penanganan serius. Selain itu, terbatasnya lapangan kerja berkualitas dan ketergantungan impor yang tinggi pada sektor-sektor strategis juga menjadi titik lemah yang harus diperkuat.
Persoalan lain yang tak kalah pelik adalah degradasi lingkungan. Nurdin menyebutkan kerusakan hutan yang masif akibat ekspansi industri ekstraktif telah memicu bencana alam tahunan seperti banjir bandang, rob, dan tanah longsor. Bencana ini tidak hanya merenggut korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan fasilitas publik dengan nilai kerugian yang mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya.
Memanfaatkan Momentum Menuju Pertumbuhan Tinggi
Menghadapi tahun 2026, Nurdin Halid menilai terdapat momentum yang harus dimanfaatkan secara optimal. Tahun ini tidak boleh hanya dijadikan periode untuk mempertahankan stabilitas semata, melainkan harus menjadi titik tolak untuk transformasi ekonomi yang lebih mendalam.
Tujuannya adalah membangun pondasi ekonomi nasional yang berdaulat, adil, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila, khususnya yang tercermin dalam Pasal 33 dan 34 UUD 1945. Langkah ini dianggap krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai target di atas 8 persen pada tahun 2028.
“Pencapaian pertumbuhan ekonomi di level tersebut sangat vital untuk mengantarkan Indonesia menjadi negara maju. Dengan demikian, kita dapat mengoptimalkan bonus demografi menuju cita-cita Indonesia Emas 2045,” pungkas Nurdin Halid.