Bandar Toto Macau — Target awal untuk mencapai swasembada beras nasional diproyeksikan dalam kurun waktu empat tahun. Namun, capaian nyata justru terwujud lebih cepat, hanya dalam satu tahun pemerintahan saat ini. Prestasi ini tidak hanya tentang produksi, tetapi juga tercermin dari kekuatan cadangan pangan strategis negara.
Cadangan Beras Mencapai Rekor Historis
“Kita di puncaknya pernah punya cadangan beras di gudang pemerintah 2 juta ton. Hari ini, cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton. Ini merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia,” jelas Prabowo Subianto. Capaian signifikan ini, menurutnya, adalah buah dari kerja keras dan sinergi semua pihak yang terlibat, mulai dari petani, penyuluh, hingga institusi terkait.
Mandiri Pangan di Tenga Gejolak Global
Pentingnya kemandirian beras ditekankan dalam konteks geopolitik global yang tidak stabil. Berbagai konflik dan peperangan di sejumlah negara berpotensi mengganggu rantai pasok pangan internasional. Sebelumnya, Indonesia mengimpor beras dari negara-negara seperti Thailand, Kamboja, dan Vietnam.
“Sekarang, Thailand dan Kamboja misalnya, situasinya tidak selalu stabil. Setelah perang, ada negosiasi, lalu damai, dan bisa meletus lagi. Dalam keadaan seperti itu, bayangkan betapa riskannya jika kita masih sangat bergantung pada impor,” tuturnya. Ia juga menyebut India, salah satu sumber pangan potensial lainnya, yang juga memiliki dinamika konflik dengan negara tetangganya.
Belajar dari Pengalaman Pandemi
Pelajaran berharga juga datang dari masa pandemi COVID-19. Saat itu, banyak negara pengekspor makanan memberlakukan kebijakan protektif dengan menutup keran ekspor. Situasi ini membuktikan bahwa ketergantungan impor adalah kerentanan strategis, sekalipun suatu negara memiliki dana yang cukup.
“Kita tidak bisa mengimpor walaupun punya uang. Impor juga berarti devisa negara keluar. Oleh karena itu, saudara-saudara, pangan dan energi harus kita mandirikan. Kemandirian di sektor strategis ini adalah pondasi kedaulatan dan keamanan nasional yang hakiki,” tegas Prabowo. Dengan tercapainya swasembada beras, Indonesia memperkuat posisinya dan mengurangi ketergantungan pada negara lain dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok rakyatnya.