Slot Deposit 5000 — Bareskrim Polri berhasil mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan kecelakaan mobil pengangkut narkoba di Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Lampung. Kecelakaan yang melibatkan kurir ekstasi berinisial MR ini ternyata dipicu oleh kombinasi faktor kelelahan dan pengaruh konsumsi sabu.
Perjalanan Awal dari Palembang
Kombes Sunario, Wadir Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, memaparkan bahwa MR memulai perjalanannya didampingi istri yang berinisial RR. Tujuan mereka adalah Jakarta melalui jalur darat, dengan singgah terlebih dahulu di Palembang.
“MR dan istrinya menginap di salah satu hotel di Palembang. Di kota inilah mereka menerima instruksi dari pemilik barang untuk mengambil paket narkoba,” jelas Sunario dalam konferensi pers, Selasa (25/11/2025).
Modus Penyerahan Barang Ilegal
Proses penyerahan paket narkoba dilakukan dengan modus yang terorganisir. Saat MR dan istrinya sedang makan siang, kurir lain mengantarkan paket tersebut dan memasukkannya ke dalam mobil Toyota Terios milik MR. Yang mencurigakan, mobil dalam kondisi tidak terkunci dan tanpa sopir di dalamnya.
Setelah kembali ke hotel, MR mengelak dengan menyebut barang tersebut sebagai titipan teman. Istri kemudian meminta diantar ke Bandara Palembang untuk meneruskan perjalanan ke Medan.
Faktor Pemicu Kecelakaan
Usai mengantar istri ke bandara, MR kembali ke hotel dan mengonsumsi sabu. Dalam kondisi under influence inilah ia memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.
“Setelah mengisap sabu, barulah dia berangkat ke Jakarta. Dalam perjalanan, kendaraannya sempat kehabisan BBM dan meminta bantuan petugas tol untuk pengisian bahan bakar,” ungkap Sunario.
Kecelakaan terjadi setelah lima jam berkendara, diduga kuat akibat kelelahan dan pengaruh sabu. Begitu tersadar dari insiden tersebut, MR langsung berusaha menyembunyikan barang bukti dengan melemparkan enam tas berisi 194.631 butir ekstasi ke dalam jurang.
Jaringan di Balik Peristiwa
Polisi mengungkap bahwa MR hanya menjalankan perintah dari tersangka berinisial U yang saat ini masih dalam pengejaran. “Kami masih mengejar tersangka U ini. Berdasarkan keterangan MR, jaringan di balik peredaran narkoba ini masih kami dalami,” tutup Sunario.
Pengungkapan kasus ini memperlihatkan modus operandi baru dalam peredaran narkoba yang memanfaatkan jalur darat dan menunjukkan bahaya ganda dari penyalahgunaan narkoba yang tidak hanya merusak kesehatan tetapi juga membahayakan keselamatan di jalan raya.