Dua pria yang diduga melakukan aksi pemerasan terhadap penjaga parkir di Terminal Terpadu Depok harus berakhir dengan kondisi babak belur. Mereka diamuk massa setelah aksi penyamaran sebagai anggota kepolisian terbongkar.
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, mengonfirmasi bahwa kedua pelaku telah ditangkap. Penangkapan terjadi setelah seorang warga menangkap tangan mereka yang sedang melakukan pemerasan. “Dua pemuda itu tertangkap tangan oleh seorang warga diduga melakukan pemerasan terhadap juru parkir di Terminal Depok,” jelas Made, Kamis (19/2/2026).
Modus Penyamaran Sebagai Polisi
Kejadian bermula pada Rabu (18/2/2026) malam, ketika kedua tersangka mendatangi area parkir motor di Terminal Terpadu Depok. Mereka kemudian menghampiri penjaga parkir dan mengaku sebagai anggota kepolisian.
Untuk mendukung kedoknya, kedua pelaku mempersiapkan perlengkapan yang tampak meyakinkan. Mereka membawa senjata api mainan, mengenakan kaos yang menyerupai seragam satuan tertentu di kepolisian, serta membawa tali tis yang akan digunakan sebagai borgol.
Aksi Pemerasan yang Berbalik
Dengan senjata mainan yang ditodongkan, kedua tersangka langsung mengancam korban dan meminta sejumlah uang. Korban sempat terkejut dengan ancaman senjata tersebut.
Namun, kecurigaan mulai muncul di benak korban. Ia menduga bahwa senjata yang digunakan pelaku hanyalah mainan. Keyakinan ini mendorongnya untuk melakukan perlawanan.
Massa Bergerak dan Pelaku Diamuk
Korban segera berteriak meminta pertolongan. Teriakannya menarik perhatian warga dan sopir angkutan yang berada di sekitar terminal. Massa yang mendengar kemudian bergerak untuk menangkap kedua pria yang mengaku sebagai polisi itu.
Dalam upaya penangkapan oleh warga, kedua pelaku sempat mendapatkan perlakukan fisik dari massa yang geram dengan perbuatan mereka. Situasi kemudian dapat dikendalikan setelah petugas kepolisian tiba di lokasi dan mengamankan kedua tersangka.
“Saat ini sudah diamankan oleh Reskrim Polres Metro Depok,” tutup AKP Made Budi, menegaskan bahwa proses hukum sedang berjalan.